Bukti Menarik Imlek Jarang Dijumpai

Bukti Menarik Imlek Jarang Dijumpai

Bukti Menarik Imlek Jarang Dijumpai – Imlek adalah perayaan paling penting untuk warga Tionghoa yang akan di lakukan pada setiap tahunnya.

Di tahun ini, warga Tionghoa akan rayakan Imlek yang jatuh di hari Jumat, 12 Februari 2021.

Kecuali diwarnai bermacam adat, Tahun Baru China selalu disongsong semarak, baik untuk umat yang rayakannya dan warga lain.

Dirayakan Setiap Tahun, Ini Bukti Menarik Imlek yang Jarang-jarang Dijumpai

Tetapi tidak itu saja, ada banyak bukti menarik Imlek yang jarang-jarang dijumpai, lho.

Baca Juga: Tujuan Rekreasi Keluarga di Medan

Apa sajakah? Yok, baca pembahasannya.

Bukti Menarik Imlek Dijumpai Jatuh Pada Tanggal yang Berlainan Tiap Tahun

Seperti mekanisme penanggalan kalender lunar, Imlek jatuh pada tanggal yang lain di tiap tahunnya. Tetapi, Imlek umumnya terjadi antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari tiap tahunnya.

Di tahun 2021 kesempatan ini, Imlek sendiri jatuh pada tanggal 12 Februari 2021. Kecuali jatuh pada tanggal yang lain, saat Tahun Baru Imlek datang, shio berbeda.

Shio sebagai tradisi istiadat paling tua untuk memberikan nama tiap tahun dengan satu dari 12 hewan dalam transisi zodiak China.

Misalkan pada tahun 2021 ialah tahun Kerbau Logam. Banyak warga turunan Tionghoa yang menyebar di beberapa seluruh dunia yakin dengan penghitungan astrologi ini.

Disebutkan Sebagai Festival Musim Semi

Dengan bahasa Mandarin, Imlek dikenali sebagai ‘Nongli Xinnian’ (Tahun Baru).

Kata Imlek lebih wajar dipakai oleh warga Tionghoa yang ada di luar dataran China. Kata Imlek sendiri berawal dari aksen Hokkian, yakni ‘Im’ yang bermakna ‘bulan’ dan ‘Lek’ atau ‘penanggalan’, yang maknanya ‘kalender bulan’.

Imlek sendiri disebutkan ‘Chunjie’, atau yang dikenal juga dengan ‘Festival Musim Semi’.

Perayaan hadirnya musim semi diawali pada tanggal 1 bulan ke-1 sampai tanggal 15 bulan ke-1 yang dikenali dengan Cap Go Meh.

Sepanjang 15 hari itu, beberapa orang yang rayakan Imlek lakukan beberapa ritus sembahyang.

Bukti Menarik Imlek Dijumpai Tidak boleh menyampaikan Gong Xi Fa Cai

Mendekati Imlek kemungkinan kamu pernah dengar seorang menyampaikan ‘Gong Xi Fa Cai’. Rupanya hal tersebut benar-benar tidak ada hubungan dengan Imlek, lho.

‘Gong Xi Fa Cai’ sendiri malah mempunyai makna yang lain terkait dengan kemakmuran dan keinginan. Jadi dapat disimpulkan ‘Gong Xi Fa Cai’ berarti ‘Selamat Mudah-mudahan Kaya’.

Saat Imlek datang, kamu dapat memakai kalimat ‘Xi Nian Kuai Le’ untuk menyampaikan Imlek ke famili yang rayakan. ‘Xi Nian’ mempunyai makna tahun baru, sementara ‘Kuai Le’ mempunyai arti berbahagia. Bila dikombinasi maknanya ‘Semoga Berbahagia di Tahun yang Baru’.

Dogma Monster Nian

Menurut salah satunya legenda, ada monster namanya Nian yang selalu tampil saat malam tahun baru atau Imlek.

Makhluk namanya Nian itu mengancam warga dusun dengan mengonsumsi tanaman, ternak, bahkan juga anak-anak.

Nian sendiri dilukiskan sebagai makhluk 1/2 banteng dan mempunyai kepala serupa singa. Karena itu, beberapa orang akan bersembunyi di rumah supaya tidak jadi makanan Nian.

Walau dikenali sebagai hewan buas, Nian rupanya takut dengan 3 hal, yakni api, warna merah, dan keributan. Karena kekurangannya itu, warga dusun pada akhirnya sukses menaklukkan Nian dan semenjak waktu itu warna merah dipandang seperti pembawa rejeki dan peruntungan.

Adat Share Angpao untuk Mendapatkan Peruntungan Bukti Menarik Imlek Dijumpai

Angpao jadi salah satu perihal penting yang harus datang dalam Perayaan Imlek. Amplop berisi uang yang sama dengan warna merah ini biasa dibagi pada beberapa anak atau orang yang lebih muda.

Saat perayaan Tahun Baru China atau Imlek, angpao dibagi dalam rencana untuk mendapatkan kebaikan dan karunia untuk sang penerima.

Riwayat pemberian angpao ini rupanya telah berjalan lama, lho. Bahkan juga, telah beberapa ribu tahun lalu di China. Adat memberi angpao ini sendiri diprediksi telah ada semenjak zaman Dinasti Qin (221-206 SM).

Warga Tionghoa yakin jika terima angpao bermakna terima karena, dan doa untuk jalani tahun yang baru dengan aman, berbahagia, penuh peruntungan, dan nyaman. Angpao secara simbolik jadi tanda untuk menampik bala.

Imlek Jadi Peristiwa untuk Pulang ke Daerah Halaman

Peristiwa mudik atau pulang daerah umumnya terjadi di Indonesia mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Tetapi, rupanya peristiwa mudik dilaksanakan di China, lho. Migrasi di China ini disebutkan Chungyun. Itu ialah masa 40 hari saat warga China pulang untuk rayakan Imlek dengan keluarga.

Di tahun lalu, diprediksi ada 3 miliar perjalanan yang dilaksanakan mendekati Imlek. Peristiwa itu juga diputuskan sebagai migrasi manusia paling besar di planet ini.

Sayang, karena masih ada wabah, ini tidak dapat dilaksanakan karena argumen keamanan dan kesehatan.

Bukti Menarik Imlek Dijumpai Imlek Jadi Liburan Nasional Paling panjang di China

Paling akhir, Imlek jadi salah satunya perayaan dengan liburan nasional paling panjang di China. Festival Musim Semi ini umumnya berjalan lebih kurang 15 hari perayaan, tetapi festival lain tiba bersisihan hingga membuat keseluruhan liburan jadi 40 hari.

Mendekati Imlek, warga di China telah lakukan semua penyiapan minimal satu bulan saat sebelum perayaan. Perihal ini pula yang membuat Imlek jadi peristiwa liburan nasional paling panjang di China.

Bukti Unik di Balik Kalender China 2021

Kalender China jadi dasar untuk tentukan kapan tahun baru Imlek dirayakan. Pada intinya dalam penghitungan tahunnya memakai tanda dari transisi matahari.

Berlainan dengan penghitungan bulan memakai babak bulan. Sama seperti yang kita kenali kalender China mempunyai penghitungan yang serupa dengan kalender Yahudi. Beberapa penandanya dihubungkan dengan aktivitas pertanian atau cuaca.

Kalender dibikin berdasar gerakan bulan pada bumi mempunyai bentang saat yang lebih singkat, hingga dalam setahun Kalender Cina mempunyai 353-355 hari dalam satu tahun dipisah di dalam 12 bulan.

Untuk ketahui selanjutnya tentang kekhasan dari kalender China 2021 yok baca pembahasan berikut ini.

Kalender China dipakai Mempunyai Kekhasan

  1. Kalender tiap tahun berbeda

Peristiwa yang paling dinanti dari pengubahan kalender China ialah perayaan Tahun Baru Imlek. Di tahun hari ini raya Imlek jatuh pada tanggal 12 Februari 2021. Memang umumnya jatuh pada tanggal 21 Januari sampai 20 Februari.

  1. Jadi pemasti perkawinan

Kalender ini dipercayai dipakai oleh warga Tionghoa untuk mengingati bermacam perayaan tradisionil yang telah ada semenjak dulu.

Beberapa dari orang Tionghoa menetukan hari baik dari penghitungan kalender ini. Mereka akan memakainya sebagai pemasti hari perkawinan yang bisa memberi beberapa keuntungan, kesuksesan, dan keceriaan. Tidak itu saja, keyakinan mereka untuk mengawali usaha sesuai tanggal yang bagus akan bawa keberhasilan dan hasil yang berlimpah.

  1. Tahun Kerbau

Sesuai kalender China, tahun ini dikatakan sebagai tahun kerbau logam. Banyak beberapa pakar Feng Shui yang memiliki pendapat jika di tahun ini ialah tahun yang bagus untuk Anda yang mempunyai usaha keras tinggi.

Elemen logam sendiri dijumpai sebagai suatu hal yang bercahaya, disimpulkan jika tahun ini ialah tahun kilau untuk industri yang berkaitan pada logam. Sedang kerbau dalam budaya Tionghoa disimpulkan sebagai tanda shio karyawan keras.

  1. Ada semenjak tahun 551 saat sebelum masehi

Penanggalan kalender China sudah ada sejak dahulu tahun 551 saat sebelum masehi. Tahun itu bersamaan dengan lahirnya lahirnya Confusius, yakni figur penting dalam peradaban Cina. Dia yang menebarkan memahami Confusianisme.

Confusianisme pertama kalinya tampil dipandang seperti etiket kepribadian dan nilai sosial di negara China, bukan sebagai agama. Menurut bangsa China keluarga dan kehidupan ialah tempat beragama. Sampai sekarang memahami itu terkanal dengan kepecayaan Kong Hu Chu.

Penanggalan Cina selanjutnya dihitung dari hari lahirnya Confusius dan diikuti dengan bulan baru (saat bulan tidak terlihat di langit) yang akhiri musim dingin.

  1. Menjaga Penghitungan Tradisionil

Bulan baru pertama di langit sebagai pertanda tahun baru. Warga Cina memakai penghitungan kalender sepanjang beberapa ratus tahun sampai Mao Zedong adopsi Kalender Masehi untuk mengidentifikasi tanggal di Cina di tahun 1949 saat Republik Rakyat Cina dibentuk.