Tempat Menyeramkan Lajur Pantura

Tempat Menyeramkan Lajur Pantura

Tempat Menyeramkan Lajur Pantura – Lajur Pantura atau Pantai Utara dikenali sebagai lajur mudik khusus saat musim mudik Lebaran.

Tidak cuman saat Lebaran, Lajur Pantura selalu ramai saat musim berlibur. Lajur Pantura sebagai jalan khusus di Pulau Jawa yang menyambungkan Banten sampai Jawa Timur.

Tempat Paling Menyeramkan di Lajur Pantura, Ada Hantu!!!

Bermacam kelompok mengatakan Lajur Pantura mempunyai beberapa titik yang dikenali menyeramkan, lho. Dimanapun?

Lajur Subang-Ciasem

Lajur ini populer benar-benar menyeramkan, karena beberapa orang yang menyaksikan figur kuntilanak di sini. Umumnya dirasakan beberapa pengemudi kendaraan yang lewat saat tengah malam.

Baca Juga: Tempat Menyeramkan di Balikpapan

Beritanya, kuntilanak itu kerap mendadak tampil di tepi jalan, bahkan juga seberang jalan. Ini membuat beberapa orang terkejut, sampai jadi pemicu kecelakaan.

Lajur Kedungkelor Tempat Menyeramkan Lajur Pantura

Lajur yang ada di Tegal ini mempunyai cerita mistik mengenai seorang kakek yang menakutkan. Kabarnya, ada figur hantu berbentuk pria separuh baya yang jalan melayang-layang.

Bila ada sopir yang menyaksikannya, dapat terjadi mengonsumsi korban dan kecelakaan. Maka figur kakek itu dipandang seperti pemicu kecelakaan yang sering terjadi di lajur Kedungkelor.

Lajur Lingkar Pemalang

Lajur yang ada di Jawa tengah ini diselimuti udara mistis. Beritanya, beberapa sopir sering menyaksikan pocong dan kuntilanak yang diam di tepi jalan.

Figur itu membuat beberapa sopir raib konsentrasi, hingga terjadi kecelakaan. Disamping itu, beberapa sopir sempat juga alami batu yang dilempar menuju truk sampai alami kecelakaan.

Tempat Menyeramkan Lajur Pantura Alas Roban

Lajur Alas Roban sebagai sisi dari lajur besar Pantura yang berada di Tangkai, Jawa Tengah. Lajur ini penuh tanjakan dan kelokan, riskan kecelakaan.

Jalan ini juga kelihatan menakutkan saat siang hari, ditambah lagi keadaan jalan yang dikitari pohon-pohon lebat. Bahkan juga, tersebar berita tempat ini dikenali sebagai tempat pembuangan mayat.

Banyak orang yang kerap menyaksikan pemunculkan roh gentayangan dari beberapa korban kecelakaan. Umumnya kedengar suara orang menangis, sampai kelihatan figur misteri yang berlumuran darah.

  1. Lajur Jenu Tuban

Lajur yang ada di Jawa Timur ini sering mengonsumsi korban karena figur makhluk halus. Pada Lajur Jenu Tuban populer dengan figur hantu wanita yang cantik.

Kabarnya, figur itu sering tampil secara tiba-tiba. Mengakibatkan, banyak pengendara yang terbuai saat mengakibatkan kecelakaan dan menyaksikannya.

Itu lima lokasi yang dikenali menyeramkan di Lajur Pantura. Lepas dari cerita-kisah seram itu, seharusnya kita selalu harus konsentrasi dan siaga saat memakai kendaraan.

Apa kamu pernah merasakan peristiwa menakutkan di salah satunya lajur itu? Katakan di kotak kometar ya!

Lajur pantai utara atau yang lebih dikenali pada jalan Pantura sebagai salah satunya lajur nasional yang terhampar sejauh 1.316 km yang diawali pada Merak Banten, walau aku cenderung pilih diawali pada titik simpang Jomin Cikampek sampai Surabaya, di Jawa Timur.

Jalan ini dibuat pada zaman Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke-36.

Daendels memerintah di antara tahun 1808-1811. Pada periode itu Belanda sedang terkuasai oleh Perancis. Beberapa dari jalan ini saat ini jadi Lajur Pantura yang menghampar sejauh pantai utara Pulau Jawa.

Daendels cuman memerlukan waktu satu tahun (1808) untuk menuntaskan jalan raya pos atau yang saat ini dikenali dengan lajur Pantura.

Di sejauh lajur Pantura terpendam beberapa puluh ribu mayat rakyat Indonesia sebagai korban kerja paksa dan kekejaman Daendels sang tangan besi. Salah sebuah sumber di Inggris mengatakan ada seputar 12 ribu sampai 15 ribu orang yang wafat di saat pengerjaan project raksasa tersebut..

Lajur Pantura juga dikenal oleh beberapa orang sebagai “lajur tengkorak” atau “lajur maut”

Karena tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi sejauh tahun. Lajur Pantura sebagai salah satunya jalan paling favorit untuk beberapa supir truk, bis container, dan malam. Semakin malam semakin ramai.

Lajur Pantura dikenali mempunyai jalan yang lebar dengan track yang relatif lempeng dan minim tikungan, sehinga tidaklah aneh banyak beberapa pemakai jalan disitu jadikan jalan itu sebagai tempat balapan dari bermacam jenis tipe mobil.

Lajur Pantura populer mempunyai cuaca yang paling panas dibanding lajur selatan yang relatif sejuk.

Ada seperti pemeo yang menjelaskan jika lajur Pantura sebagai kebun usaha basah untuk mereka yang berasa punyai kuasa disitu. Sebutlah saja misalkan PU (Pekerjaan Umum) dengan project abadinya. Belum juga bermacam jenis tipe pungutan liar yang dilaksanakan oleh bermacam jenis pelaku lembaga seperti Dinas Perhubungan (khususnya di bagian penimbangan).

Di titik tertentu seperti pada daerah Pamanukan sampai Cirebon umum terjadi yang bernama “Membuka Lajur” yang dilaksanakan oleh bis malam yang ngotot menerobos kemacetan kronis dengan menantang arah. Sebagai contoh : Bis yang ke arah Cirebon akan masuk lajur bersimpangan yang ke arah arah ke jakarta. Hingga kendaraan yang akan ke arah Jakarta harus beradu nyali bahkan juga menaruhkan nyawa. Peristiwa semacam ini telah umum terjadi dan benar-benar mencelakakan, tetapi sayang beberapa polisi lalulintas disitu condong tidak perduli karena ini sebagai tempat empuk untuk lakukan pungutan liar.

Di sejauh lajur Pantura kita cuman akan disajikan oleh panorama yang condong menjemukan, sebutlah saja misalkan bentangan sawah dan ilalang yang kering. Atau sekali kali kelihatan panorama laut yang kotor dan hitam.

Saat lewat di daerah Kabupaten Indramayu dan di sejumlah wilayah yang lain di jalan Pantura, karena itu tidak boleh terkejut bila kadang-kadang akan tercium berbau yang tidak lezat seperti berbau terasi atau ikan busuk yang paling menyerang hidung. Kemungkinan berikut sudah jadi salah satunya ciri-ciri uniknya dari Pantura.

Di satu titik jalan di daerah Indramayu (baik arah yang ke Jakarta atau yang ke Cirebon), kita kemungkinan kerap menyaksikan razia yang dilaksanakan oleh kepolisian di tempat tiap hari selama setahun (entahlah sah atau mungkin tidak yang pasti razia ini disanggupi KKN yang menjadi rahasia umum). Razia kok setiap hari?

Di sejauh lajur Pantura kita akan kerap menyaksikan mushola

Dapat jadi tempat istirahat sekalian tempat berbisnis. Karena didalamnya demikian beberapa orang yang berjualan.

Aku tidak paham persisnya berada di wilayah mana, tetapi tetap di daerah Indramayu, persisnya di seputar jembatan Sasak Sewo. Ada salah satunya titik posisi di salah satunya jembatan yang dipenuhi dengan orang orang yang menggenggam seperti sapu untuk minta-minta uang ke beberapa pemakai jalan (si pemburu koin). Ini terang beresiko karena intensif kendaraan yang melalui benar-benar kuat dan padat.

Dahulu ada satu daerah di wilayah Indramayu yang dikenali sebagai dusun yang menyukai tawuran, kerap membuat onar dan benar-benar mengusik beberapa pemakai jalan di sana. Entahlah pemicunya apa yang pasti tindakan tawuran antar dusun itu seringkali terjadi.

Dengar nama lajur Pantura mengingati kita pada suatu hal yang sama dengan hal erotis seperti “Goyang Pantura”, Dangdut K lain lain, dan oplo.

Hanya satu jalan di Pantura yang mempunyai banyak tikungan dan tanjakan yang terjal cuman di daerah Alas Roban, Subah, Tangkai, Jawa Tengah.

Lajur Favourite beberapa Pengemudi Mesum. Kemungkinan sedikit yang mengetahui atau tidak boleh jangan telah pada tahu semua jika di Lajur Pantura banyak juga warung remang remangnya. sebutlah saja misalkan di wailayah Indramayu sampai Cirebon. Tetapi ada satu lokasi yang paling disukai oleh beberapa pengemudi truk atau pengemudi bis sebagai tempat pelabuhan esek esek. Yakni di sekitar jalan Raya Tangkai, Alas Roban.